7 Rahasia Untuk Bahagia dan Sukses

Pernahkah kita merasa bahwa orang lain tampak lebih bahagia dari kita? Sering kali kita menjelajah media sosial dan begitu iri dengan kebahagiaan orang lain, seperti liburan di Bali, belanja di mal, makan di restoran mewah, atau berhasil wisuda dari universitas ternama. Ternyata kita bisa jauh lebih bahagia dari mereka dengan hanya melakukan 6 rahasia dari Trigonal Media berikut ini.

7 Rahasia Untuk Bahagia dan Sukses

1. Selalu perbaiki diri sendiri

Melihat, mengkritik, dan iri terhadap orang lain memang mudah dan “menyenangkan”, tapi pada akhirnya hal tersebut tidak akan berarti apa-apa. Kita hanya akan menghabiskan waktu dengan percuma dan hanya akan menciptakan rasa benci tidak berdasar terhadap kebahagiaan orang lain.

Jadi, fokuskan waktu dan tenaga kita untuk memperbaiki diri kita sendiri. Pada akhirnya kitalah yang akan menuai apa yang kita tanam. Dengan fokus untuk meningkatkan pribadi kita, maka kesuksesan dunia dan akhirat akan lebih mudah diraih.

2. Hater = sampah

Tidak perlu menjadi selebritis untuk memiliki hater atau musuh. Orang biasa seperti kita pun, percaya atau tidak, memiliki banyak orang yang tidak menyukai kita.

Hal apapun yang kita lakukan akan menjadi bahan hinaan dan gunjingan bagi mereka, bahkan hal positif sekalipun. Di mata mereka, kita tidak memiliki sedikit pun hal yang baik untuk ditiru, semuanya negatif.

Jadi anggaplah para hater tersebut sebagai sampah yang perlu dibuang jauh-jauh. Tapi ingat, sampah pun ada yang berguna, pilahlah sampah-sampah tersebut sebelum kita benar-benar membuangnya. Dengan kata lain, tidak semua perkataan para hater itu buruk, beberapa hinaan dari mereka perlu kita anggap sebagai kritikan untuk membuat kita menjadi manusia yang lebih baik.

3. Bersyukur senantiasa

Berhentilah sebentar, lihat ke sekeliling kita, tanyakan kepada diri kita sendiri:

  • Berapa banyak harta yang sudah kita miliki?
  • Berapa besar pencapaian yang sudah kita dapatkan?
  • Setinggi apa kesuksesan yang sudah kita raih?
  • Bahagiakah kita saat ini?

Yakinlah bahwa sebenarnya kebahagiaan pun bisa hadir dari sebuah rezeki yang “kecil” dan tidak harus melulu berbentuk uang atau barang. Tidak percaya? Silakan simak:

  • Pernah nembak cewek? Berapa nilai jawaban “Aku mau jadi pacar kamu” kalau diuangkan?
  • Pernah dapat nilai ujian bagus? Seberapa besar kebahagian kita?
  • Seberapa senang kita saat mendapat ucapan selamat pagi dari pacar?
  • Seberapa bahagia kita jika suami membantu mencuci dan mengganti popok anak?

Intinya, jangan sandingkan kebahagiaan dengan harta karena ternyata kebahagiaan itu hadir dari rasa syukur kita. Semakin kita mensyukuri apa yang kita miliki, maka semakin besar pula kebahagiaan yang kita dapatkan.

4. Berusaha maksimal

Perlu diingat bahwa bersyukur tidak berarti stagnan dan pasif, tetapi sebaliknya, selalu aktif serta terus berkembang. Jadi semakin besar rasa syukur kita, maka usaha yang dilakukan pun harus semakin maksimal. Usaha adalah kegiatan mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud.

Silakan simak beberapa contoh berikut ini:

  • Ketika kita bersyukur karena sudah bisa membaca, maka usaha maksimal harus kita lakukan untuk bisa menulis.
  • Rasa syukur karena sudah dibantu ketika kita menghadapi kesulitan, harus dibayar dengan usaha yang lebih keras untuk membantu orang yang sudah membantu kita.
  • Bersyukur atas nikmat Tuhan Yang Maha Esa, berarti kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan setiap perintah-Nya dan semua larangan-Nya.

Kesimpulannya, teruslah berusaha semaksimal mungkin karena kebahagiaan tanpa usaha hampir mustahil dapat terjadi.

5. Masa lalu biarlah masa lalu

Baik atau buruk, masa lalu tetaplah masa lalu. Ikhlaslah untuk menerima kenyataan bahwa masa lalu adalah bagian dari diri kita, penempa jiwa dan raga sedemikian rupa sehingga kita bisa berdiri di sini, saat ini.

Seburuk apapun masa lalu yang pernah terjadi pada kita, tinggalkan ia dan teruslah melaju karena hidup berjalan ke depan, tidak mundur ke belakang.

Seindah apapun kejadian di masa lalu, jangan membuat kita terlena dan mengagung-agung masa lalu, karena sadarlah, semua itu sudah berlalu. Teruslah berjalan maju, buatlah keindahan lain untuk diceritakan kepada anak cucu kita.

Untuk lebih mencambuk kesadaran kita, mari kita resapi beberapa contoh berikut:

  • Jika saat SD kita selalu juara kelas, apakah sekarang kita masih juara kelas?
  • Jika saat SMA kita sangat populer, apakah saat ini hal tersebut masih ada artinya?
  • Jika saat kuliah IPK kita 4.0, apakah sekarang semua itu berarti?

Jadikan masa lalu sebagai pelajaran dan kenangan, bukan untuk didekap dan diagungkan.

6. Pilih temanmu

Ingat! Kita bebas untuk mengenal semua orang, orang baik atau jahat, selama mereka tidak merugikan kita. Tetapi pilihlah hanya orang baik yang kita jadikan teman dan sahabat.

Jika orang-orang di sekitar kita hanya menghadirkan aura negatif, mungkin ada baiknya kita pergi dan menjaga jarak dari mereka. Karena jika terus bersama mereka, kita hanya akan semakin jatuh dan terpuruk.

Hanya saja, sering kali kita menganggap bahwa orang baik itu jahat dan orang yang menurut kita jahat ternyata sebenarnya baik. Simak contohnya di bawah ini:

  • Jika ada teman yang menasihati untuk tidak menyontek, kita anggap mereka jahat, padahal sebenarnya mereka baik.
  • Jika ada teman yang mengajak kita bolos sekolah, kita anggap mereka sahabat, tetapi sebenarnya mereka sedang menghancurkan masa depan kita.

Cermati dengan hati, jangan dengan emosi, jika tidak ingin menyesal di kemudian hari.

7. Jujur

Jujur memang hal yang berat, menakutkan, tetapi harus dilakukan. Dengan selalu jujur maka kita tidak harus selalu menutup-nutupi sesuatu dengan berbagai kebohongan.

Dengan kejujuran yang konsisten maka akan membuat orang lain memercayai kita dan kepercayaan adalah hal yang sangat berharga, membahagiakan, melegakan, dan rewarding.

Kejujuran tidak hanya harus ditunjukkan kepada orang lain tetapi juga untuk diri sendiri. Jujurlah jika kita merasa sedih atau bahagia, karena jika kepada diri sendiri pun kita tidak jujur, maka bagaimana kita bisa jujur kepada orang lain?

Artikel ini dibuat hanya untuk informasi semata. Jika Anda merasa terbantu oleh artikel ini, mohon keikhlasannya untuk mendoakan supaya Tuhan selalu melimpahkan kebaikan kepada Bang Fuji sekeluarga. Terima kasih.

REFERENSI
Artikel: 
Berbagai sumber 
Gambar:
pixabay.com

Beri Komentar